Rekam jejak SGI antara lain mencakup Palapa Ring Barat sepanjang 1.744 kilometer (km), Palapa Ring Timur 2.071 km, Perluasan Palapa Ring Timur 1.247 km, Sabang-Lhokseumawe-Medan 625 km, Aceh-Sibolga-Batam-Larantuka 769 km, serta Luwuk-Tutuyan 342 km.
Di segmen kabel listrik bawah laut, SGI terlibat dalam pemasangan kabel daya PLN-WIKA sepanjang 36 km yang terdiri dari tiga sirkuit, serta proyek interkoneksi Singapura-Malaysia. SGI juga mengerjakan pemulihan dan perbaikan sirkuit pada periode 2023-2025.
Selain kemampuan EPC, SGI memiliki sejumlah kontrak pemeliharaan jangka panjang. Kontrak tersebut antara lain dengan PT Palapa Timur Telematika untuk pemeliharaan 4.571 km jaringan Palapa Ring Timur selama 15 tahun sejak 2019, PT Len Telekomunikasi Indonesia untuk Palapa Ring Tengah sepanjang 1.807 km, serta PT Mora Telematika Indonesia untuk jalur Sape-Ende-Kupang-Bajo.
SGI juga memiliki armada pendukung berupa kapal kabel khusus Pacific Guardian sepanjang 115,6 meter dengan kapasitas 6.133 GT yang dilengkapi remotely operated vehicle (ROV) dengan kemampuan hingga kedalaman 2.500 meter. Selain itu, terdapat tongkang penggelar kabel Nostag 10 berukuran 92 x 28 meter dengan kapasitas 4.212 GT. di samping fasilitas gudang kabel seluas 1.000 meter persegi dengan kapasitas tangki hingga 200 km di Kupang.
Sementara itu, Direktur PT Sarana Global Indonesia (SGI) Bastian Sembiring menambahan, bergabungnya SGI dalam ekosistem INET memberikan peluang bagi perusahaan untuk memperluas kapasitas dan layanan, termasuk ke segmen kabel listrik bawah laut dan pasar regional.