BBCA menjadi saham yang paling membebani indeks dengan kontribusi negatif 28,68 poin, disusul BBRI sebesar 14,73 poin dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar 8,75 poin.
Tekanan berikutnya datang dari PT Astra International Tbk (ASII) sebesar 8,11 poin dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 6,85 poin.
Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turut menekan indeks sebesar 6,38 poin, diikuti PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar 6,14 poin, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 5,44 poin, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 4,96 poin, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 4,33 poin.
Tekanan di saham perbankan terjadi di tengah aksi jual asing. Pada sesi I perdagangan Kamis, investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp912,4 miliar.
BBCA menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan nilai jual bersih Rp203,52 miliar, disusul BMRI sebesar Rp104,89 miliar dan BBRI sebesar Rp67,33 miliar.