Angka tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama (higher for longer), sehingga berpotensi memperkuat dolar AS dan mendorong aliran modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
BRI Danareksa Sekuritas menilai perhatian investor pada perdagangan Kamis tertuju pada dampak inflasi AS, pergerakan indeks dolar AS (DXY), dan imbal hasil US Treasury.
Kombinasi faktor tersebut berpotensi menekan rupiah sekaligus membatasi ruang penguatan IHSG.
Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG masih cenderung bearish selama belum mampu menembus kembali level psikologis 6.000.
Area 5.900-5.850 menjadi zona support penting yang perlu dipertahankan. Jika area tersebut ditembus, risiko pelemahan lanjutan perlu diwaspadai.