Nama lainnya, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 2,23 persen ke Rp875, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 2,16 persen ke Rp2.270, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 1,62 persen ke Rp4.260, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terkoreksi 2,33 persen ke Rp1.465.
Penurunan terdalam dalam daftar tersebut terjadi pada PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO), yang melemah 3,33 persen ke Rp11.600. Saham PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) juga turun 2,48 persen ke Rp19.650.
Tekanan terhadap IHSG sejalan dengan pelemahan bursa saham Asia setelah data inflasi AS memperkuat kekhawatiran bahwa bank sentral AS, Federal Reserve atau The Fed, masih berpeluang menaikkan suku bunga tahun ini.
Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang turun 1,2 persen. Indeks KOSPI Korea Selatan anjlok 7,89 persen, sedangkan Nikkei 225 Jepang merosot 4,64 persen.
Inflasi konsumen AS pada September 2026 tercatat sebesar 3,7 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), melampaui konsensus pasar sebesar 3,6 persen.