Meski begitu, tekanan jual investor asing masih relatif tinggi. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati investor karena dapat memicu volatilitas lanjutan di tengah upaya pemulihan indeks.
Dari sisi nilai tukar, rupiah turut menguat 0,29 persen ke level Rp17.971 per dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan rupiah menjadi sentimen tambahan bagi pasar keuangan domestik, meskipun arah pergerakan IHSG tetap dipengaruhi oleh arus dana investor dan perkembangan kebijakan pasar modal.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai indikator Stochastic Relative Strength Index (RSI) berpotensi membentuk golden cross di area jenuh jual (oversold). Namun, histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di wilayah negatif.
Kondisi ini mengindikasikan peluang penguatan lanjutan masih terbuka, tetapi sinyal pemulihan tren belum sepenuhnya terkonfirmasi. Dengan demikian, IHSG diperkirakan masih bergerak volatil dengan potensi menguji area 5.300-5.400 pada perdagangan berikutnya.
(Rahmat Fiansyah)