Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz memang meningkat, tetapi jumlah serangan terhadap kapal juga bertambah. UBS menilai risiko tersebut berpotensi semakin meningkat jika dukungan angkatan laut AS melemah.
Harga Brent sempat melonjak di atas USD117 per barel pada pekan lalu, level tertinggi sejak April, setelah serangkaian serangan Iran terhadap kapal tanker di sekitar selat tersebut.
UBS memperkirakan harga Brent tetap tinggi di sekitar USD110 per barel hingga akhir tahun, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar USD100 per barel pada akhir tahun.
“Kesan yang ada saat ini adalah terdapat premi risiko yang signifikan dalam harga minyak mentah akibat risiko AS dan Israel menyerang Iran dalam beberapa pekan mendatang,” kata Bjarne Schieldrop, analis SEB.
Investor juga mencermati hasil pemilihan umum Israel pada Selasa, yang berpotensi menentukan kelanjutan masa jabatan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.