Keempat negara sepakat melanjutkan pembicaraan untuk memperkuat kerja sama di bidang perdamaian dan keamanan, menurut media pemerintah Iran.
Namun, prospek perdamaian masih belum pasti setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran kembali melancarkan serangan terhadap Arab Saudi, salah satu produsen minyak utama dunia.
Houthi pada Selasa mengklaim telah menyerang kilang minyak Ras Tanura milik Arab Saudi menggunakan rudal balistik. Kilang tersebut merupakan yang terbesar di kerajaan tersebut.
“Serangan Houthi yang terus berlanjut terhadap Arab Saudi dan meningkatnya kehadiran militer di Teluk membuat risiko pasokan tetap ada, meskipun pemberitaan mengenai diplomasi mendorong sebagian premi risiko yang terbentuk belakangan ini mulai berkurang,” tulis analis Gelber & Associates dalam sebuah catatan, seperti dikutip Reuters.
Oktober menjadi bulan terburuk untuk serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz dan perairan di sekitarnya, berdasarkan data Washington Institute for Near East Policy, lembaga pemikir yang telah memantau insiden keamanan maritim di seluruh dunia sejak 2017.