Kabar tersebut meredakan sebagian kekhawatiran pasar setelah harga minyak melonjak lebih dari 6 persen pada Kamis akibat eskalasi serangan terhadap kapal-kapal di kawasan Timur Tengah.
Namun, perkembangan tersebut belum cukup untuk mengubah gambaran fundamental pasar. Gangguan terhadap jalur pelayaran dan infrastruktur energi masih menjadi risiko utama yang dapat mempertahankan harga minyak di level tinggi.
Analis FX Empire Christopher Lewis menilai pasar minyak mentah light sweet menunjukkan penguatan yang sangat kuat sepanjang pekan dan telah menembus USD100 per barel. Menurut dia, aksi ambil untung pada Jumat belum mengubah cerita utama pasar.
“Konflik yang tak kunjung berakhir di Timur Tengah mengancam mengganggu pasokan ke seluruh dunia, dan hal ini tercermin pada pergerakan harga,” tulis Lewis.
Lewis melihat pasar sebelumnya membentuk pola ascending triangle sebelum menembus batas atasnya. Kondisi tersebut mengindikasikan momentum bullish masih terbuka, sementara koreksi jangka pendek berpotensi kembali menarik minat beli.