Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menolak proposal yang mengaitkan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan Iran. Perkembangan tersebut membuat ketidakpastian terkait kelancaran arus minyak dari Timur Tengah masih tinggi.
Dari AS, data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah domestik naik 922.000 barel pada pekan lalu. Angka tersebut berlawanan dengan ekspektasi analis yang memperkirakan persediaan turun 700.000 barel.
Namun, persediaan produk olahan justru menunjukkan kondisi pasar yang lebih ketat. Stok bensin turun 1,7 juta barel, sementara stok produk distilat yang mencakup diesel dan minyak pemanas berkurang 2,3 juta barel.
Kondisi stok diesel menjadi perhatian karena harga diesel AS telah mencapai rekor USD6,53 per galon pada pekan lalu, sementara persediaannya berada pada level yang secara historis rendah.
(DESI ANGRIANI)