Memasuki pekan ini, pergerakan harga minyak masih akan sangat bergantung pada perkembangan konflik di Timur Tengah dan potensi gangguan terhadap pasokan minyak global.
Menurut analis FX Empire Vladimir Zernov, harga minyak WTI menguat karena pasar mengantisipasi kemungkinan AS melakukan serangan terhadap Iran pada akhir pekan.
Sebelumnya, Duta Besar AS untuk Turki Tom Barrack menyebut kemungkinan adanya serangan terhadap Iran pada akhir pekan.
Ketika ditanya mengenai pernyataan tersebut, Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak mengetahui hal tersebut.
Zernov menilai risiko eskalasi konflik menjadi perhatian pasar karena dapat mengganggu arus minyak di kawasan, termasuk jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.