Sejak perang AS-Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari, kenaikan harga energi telah meningkatkan kekhawatiran inflasi. Kondisi tersebut mendorong bank sentral di berbagai negara mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.
Tekanan terhadap harga emas pun semakin besar. Harga emas telah merosot lebih dari 22 persen sejak mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di USD5.594,82 per troy ons pada Januari.
Emas memang secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
Namun, daya tariknya cenderung berkurang ketika suku bunga tinggi karena aset berbasis imbal hasil menjadi lebih menarik bagi investor.
Di sisi lain, harga minyak turun ke level terendah dalam dua pekan pada Selasa seiring membaiknya prospek pasokan dari kawasan Teluk.