sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Tertekan Dolar AS dan Minyak, Investor Tunggu Data Inflasi AS

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
13/10/2026 06:50 WIB
Harga emas melemah setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Senin (12/10/2026).
Harga Emas Tertekan Dolar AS dan Minyak, Investor Tunggu Data Inflasi AS. (Foto: Magnific)
Harga Emas Tertekan Dolar AS dan Minyak, Investor Tunggu Data Inflasi AS. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas melemah setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Senin (12/10/2026).

Tekanan datang dari penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak, sementara investor menanti data inflasi Amerika Serikat (AS) untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Harga emas spot turun 0,55 persen menjadi USD4.171,65 per troy ons. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak 2 Oktober.

Analis pasar di American Gold Exchange Jim Wyckoff mengatakan tekanan jual terhadap emas muncul karena dolar AS berada di sekitar level tertinggi dalam satu setengah tahun terakhir.

Eskalasi konflik di Timur Tengah juga membuat investor tetap berhati-hati.

"Tekanan jual pada emas terlihat karena dolar berada di sekitar level tertinggi dalam satu setengah tahun," ujar Wyckoff, seperti dikutip Reuters.

Investor kini menantikan pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh serta sejumlah data inflasi penting yang dirilis pekan ini untuk mengukur arah kebijakan moneter bank sentral AS.

Data Consumer Price Index (CPI) AS dijadwalkan dirilis pada Rabu, disusul data Producer Price Index (PPI) dan penjualan ritel pada Kamis.

Wyckoff menilai data tersebut kemungkinan belum menunjukkan tanda-tanda pelonggaran inflasi dan dapat memberikan tekanan terhadap pasar logam.

"Saya tidak berpikir laporan tersebut akan menunjukkan tanda-tanda pelonggaran inflasi, sehingga kemungkinan cenderung bearish bagi pasar logam," katanya.

Pasar secara umum memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan akhir bulan ini.

Namun, berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 87,7 persen.

Dalam kondisi suku bunga tinggi, investor cenderung memilih aset yang memberikan imbal hasil dibandingkan emas.

Di sisi lain, harga minyak naik mendekati level tertinggi dalam dua pekan pada Senin.

Kenaikan tersebut terjadi setelah serangan di Arab Saudi membayangi potensi tambahan pasokan ke pasar, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyambut ekspor diesel Rusia terbaru dan gencatan senjata energi antara Rusia dan Ukraina. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement