"Data CPI cukup menggembirakan. Angkanya lebih tinggi dibandingkan bulan lalu, tetapi sesuai dengan estimasi, ditambah pelemahan dolar dan faktor teknikal yang turut membantu emas menguat," kata analis Marex Edward Meir, dikutip Reuters.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed September sekitar 40 persen, turun dari 46 persen sebelum data inflasi dirilis, berdasarkan CME FedWatch Tool.
The Fed pada 29 Juli 2026 mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50 persen-3,75 persen. Namun, tiga dari 12 anggota pemilih tidak setuju dengan keputusan tersebut dan memilih kenaikan suku bunga.
Suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil.
Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada data Producer Price Index (PPI) AS yang akan dirilis pada Kamis (13/8) waktu setempa.