“Ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih rendah telah mendukung pasar logam mulia,” kata Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, David Meger, seperti dikutip Reuters.
Namun, kenaikan harga emas masih tertahan oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua dekade.
Kondisi tersebut meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Penguatan dolar AS juga membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Sementara itu, harga minyak ikut meningkat setelah China menghentikan ekspor produk minyak.