Dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga turun dari level tertingginya. Namun, keduanya masih bertahan di level yang relatif tinggi.
Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa menyoroti risiko dari tingginya tingkat utang publik dan kenaikan imbal hasil obligasi yang masih berpotensi meningkat akibat tekanan inflasi yang dipicu perang.
“Kenaikan suku bunga semakin menjadi pedang bermata dua bagi emas. Di satu sisi, suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas. Di sisi lain, kenaikan suku bunga juga memperbesar beban fiskal banyak pemerintah sehingga memperburuk kekhawatiran terhadap keberlanjutan utang,” tulis analis Commerzbank dalam catatan risetnya. (Aldo Fernando)