Komentar sejumlah pejabat The Fed baru-baru ini yang menunjukkan belum adanya urgensi untuk kembali mengetatkan kebijakan moneter telah meredam ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan 27-28 Oktober 2026.
Namun, berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 92 persen.
Harga emas saat ini masih turun sekitar 26 persen dari rekor tertingginya sebesar USD5.594,82 per troy ons pada Januari.
Harga emas juga berada sekitar 22 persen di bawah level sebelum perang Iran dimulai, ketika kekhawatiran terhadap inflasi energi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.
Emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkurang ketika suku bunga berada pada level tinggi.