"Pendapatan menjadi fondasi reli saham-saham AI dan kini fondasi tersebut mulai menunjukkan keretakan," ujarnya.
Analis Commerzbank mengatakan aksi jual tajam saham teknologi pada Jumat kemungkinan memicu penjualan paksa pada aset safe haven seperti emas, sekaligus mendorong margin call. Namun, mereka memperkirakan harga logam mulia akan kembali pulih.
Harga emas telah turun sekitar 30 persen sejak mencapai rekor tertinggi USD5.595 per troy ons pada Januari 2026.
Pelemahan tersebut terjadi di tengah ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama, sementara permintaan emas di Asia juga masih relatif lemah.
Meski demikian, sejumlah analis menilai permintaan dari bank sentral cenderung menguat ketika harga emas berada di bawah USD4.000 per troy ons.