Dalam pernyataannya setelah keputusan tersebut, Warsh menggemakan pernyataan resmi bank sentral dengan menegaskan bahwa komite kebijakan The Fed akan "mewujudkan stabilitas harga".
"Komentar Warsh dibaca sebagai hawkish, ditambah dengan dot plot yang juga hawkish. Hal ini memperkuat pandangan bahwa akan ada kenaikan suku bunga tambahan dalam pertemuan-pertemuan mendatang. Kondisi tersebut membantu dolar dan akan menekan logam dalam jangka pendek," kata trader logam independen Tai Wong, dikutip Reuters.
Dolar AS menguat terhadap euro setelah pengumuman The Fed, sehingga membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar Amerika Serikat.
Kombinasi tarif impor global yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump, guncangan energi setelah dimulainya perang AS-Israel dengan Iran, serta belanja modal yang didorong oleh ledakan industri kecerdasan buatan (AI) membuat harga-harga tetap tinggi.
Kondisi tersebut memaksa bank sentral meningkatkan suku bunga.
"Fokus utama kami adalah pada stabilitas harga sebagai bagian dari mandat kami. Faktanya, inflasi masih terlalu tinggi dan telah berlangsung terlalu lama. Data inflasi pada musim panas ini tidak menunjukkan kepada saya bahwa tren yang mendasarinya telah membaik secara berarti," ujar Warsh.