Tekanan terhadap CPO terutama berasal dari kenaikan persediaan minyak sawit Malaysia yang mencapai level tertinggi dalam delapan bulan pada Agustus.
Kondisi tersebut terjadi ketika produksi melonjak ke level tertinggi sejak Desember, sementara ekspor mengalami penurunan, berdasarkan data regulator industri yang dirilis Kamis (10/9).
Menurut laporan riset CIMB Securities, kenaikan persediaan yang lebih besar dari perkiraan mencerminkan ketidakseimbangan yang semakin lebar antara pemulihan produksi secara musiman dan permintaan ekspor yang melunak.
“Kenaikan level stok dapat membatasi ruang kenaikan harga CPO dalam jangka pendek, meski tekanan penurunan kemungkinan tetap tertahan jika tekanan biologis pada tanaman terus membatasi pertumbuhan produksi,” tulis CIMB Securities dalam risetnya, seperti dikutip Reuters.
CIMB memperkirakan produksi CPO masih akan kuat secara musiman dalam beberapa bulan mendatang. Namun, pemulihan ekspor yang signifikan menjadi faktor penting untuk mencegah persediaan kembali meningkat.