sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Garuda Metalindo (BOLT) Raup Pendapatan Rp1,42 Triliun hingga September 2026

Market news editor Rahmat Fiansyah
29/10/2026 13:00 WIB
PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) membukukan pendapatan sebesar Rp1,42 triliun sepanjang Januari-September 2026, tumbuh 13 persen.
PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) membukukan pendapatan sebesar Rp1,42 triliun sepanjang Januari-September 2026, tumbuh 13 persen. (Foto: Ist)
PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) membukukan pendapatan sebesar Rp1,42 triliun sepanjang Januari-September 2026, tumbuh 13 persen. (Foto: Ist)

Dari sisi pasar, pendapatan domestik meningkat 13,1 persen menjadi Rp1,32 triliun pada sembilan bulan pertama 2026. Penjualan ekspor juga tumbuh 11,3 persen menjadi Rp101 miliar, didukung keberlanjutan kontrak dan tambahan pesanan dari pelanggan internasional. Perseroan juga terus memperluas pasar ekspor, khususnya ke Eropa, India, dan Amerika Serikat (AS).

Pertumbuhan pendapatan diikuti perbaikan profitabilitas. Laba bruto meningkat 18,5 persen menjadi Rp325 miliar, sedangkan laba operasional atau EBIT tumbuh 24 persen menjadi Rp181 miliar. EBITDA juga naik 27,1 persen menjadi Rp240 miliar, melampaui pertumbuhan pendapatan perseroan.

Efisiensi biaya turut memperkuat margin usaha. Margin laba bruto meningkat menjadi 22,9 persen dari 21,8 persen pada periode yang sama tahun lalu. Margin EBIT naik menjadi 12,8 persen dari 11,6 persen, sedangkan margin EBITDA menguat menjadi 16,9 persen dari 15 persen.

Memasuki sisa tahun 2026, BOLT menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 5-10 persen secara tahunan dan pertumbuhan laba bersih sekitar 15 persen. Perseroan juga menargetkan kontribusi ekspor sebesar 8-10 persen terhadap total pendapatan, dengan memperluas pasar internasional dan mengembangkan bisnis di sektor alat berat, infrastruktur, serta industri umum.

Untuk mendukung strategi tersebut, BOLT mengalokasikan belanja modal sekitar Rp60 miliar pada 2026. Sekitar 75 persen dari anggaran tersebut diarahkan untuk investasi teknologi dan efisiensi operasional, termasuk digitalisasi proses bisnis, otomatisasi produksi, optimalisasi penggunaan material, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta pemanfaatan panel surya. 

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement