Kondisi tersebut menjadi semakin penting karena kepemilikan asing di JCI telah turun menjadi 36,4 persen, terendah sejak data tersebut mulai tersedia pada 2015.
Artinya, apabila investor asing kembali melakukan penjualan pada saham SDA, dana domestik kini menghadapi eksposur yang lebih besar terhadap tekanan tersebut.
Temuan BRI Danareksa Sekuritas sejalan dengan catatan CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI).
Dalam riset 25 September 2026, analis CGSI Hadi Soegiarto, Wisnu Trihatmojo, dan Elizabeth Noviana menilai arus dana asing menjadi semakin penting bagi keberlanjutan reli IHSG karena posisi kas investor lokal telah turun cukup jauh.
Dana lokal menggunakan kasnya lebih agresif sepanjang Agustus. Rasio kas turun menjadi 6,2 persen, di bawah rata-rata empat tahun sebesar 7,3 persen dan level Juli 2026 sebesar 9,4 persen.