ARPU sedikit melemah menjadi Rp46,9 ribu seiring yield yang lebih rendah, meski traffic tetap tumbuh solid 5,2 persen q-q. EBITDA margin hanya membaik tipis menjadi 45,9 persen, dengan EBITDA 1H26 sebesar Rp10,9 triliun.
Di sisi jaringan, cakupan 5G EXCL telah mencapai 23 persen dengan kontribusi traffic sebesar 27 persen.
BRI Danareksa Sekuritas menilai perkembangan ini menjadi modal penting bagi monetisasi 5G dalam jangka panjang, sekaligus memperkuat posisi EXCL sebagai salah satu pemimpin implementasi 5G di antara peers.
Sementara itu, fase integrasi merger mulai mendekati titik akhir. Guidance depresiasi dipercepat pada proyeksi tahun buku 2026 (FY26F) diturunkan menjadi Rp4,5-Rp5 triliun, dengan sekitar 90 persen jaringan telah terintegrasi.
Sinergi merger juga tetap on track, mencapai USD153 juta pada 1H26 dari target USD250-300 juta.