sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

DOOH Umumkan Rights Issue 154,78 Miliar Saham, Potensi Dilusi 95,24 Persen

Market news editor Desi Angriani
02/10/2026 06:03 WIB
Era Media berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) tahap I atau rights issue.
DOOH Umumkan Rights Issue 154,78 Miliar Saham, Potensi Dilusi 95,24 Persen (Foto: dok DOOH)
DOOH Umumkan Rights Issue 154,78 Miliar Saham, Potensi Dilusi 95,24 Persen (Foto: dok DOOH)

IDXChannel - PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) tahap I atau rights issue.

Dalam rencana tersebut, perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 154,78 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp10 per saham. 

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan, Kamis (1/10/2026) pemegang saham DOOH yang tidak menggunakan haknya untuk membeli saham baru berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 95,24 persen.

Dana yang diperoleh dari PMHMETD I setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk dua keperluan utama. Di mana perseroan akan menggunakan sebagian dana untuk melunasi utang kepada pemegang saham.

Lalu dana rights issue akan digunakan untuk ekspansi dan pengembangan usaha, baik secara langsung maupun melalui entitas anak.

Ekspansi tersebut difokuskan pada pengembangan ekosistem kecerdasan buatan (AI) melalui pembangunan infrastruktur AI yang mencakup Data Centre AI, high speed connectivity, inland fiber optic backbone, submarine fiber optic backbone, hingga green energy berupa pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Perseroan menyebut, ekspansi dapat dilakukan melalui belanja modal (capex), kebutuhan operasional atau modal kerja (opex), maupun investasi anorganik pada entitas atau lini bisnis yang sejalan dengan misi perseroan.

Untuk merealisasikan rencana PMHMETD I tersebut, DOOH akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 9 November 2026.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement