Untuk inflasi inti (core), indeks harga PCE meningkat 0,2 persen MoM dan 3 persen YoY pada Agustus, dibandingkan dengan 0,1 persen dan 3 persen pada Juli, serta berada di bawah angka konsensus sebesar 0,3 persen dan 3,3 persen.
Secara terpisah, BEA merevisi naik estimasi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil AS untuk kuartal kedua menjadi 2,2 persen dari sebelumnya 1,5 persen. Para ekonom sebelumnya memperkirakan pertumbuhan sebesar 1,5 persen.
Selain itu, laporan bulanan ADP mengenai lapangan kerja sektor swasta yang dirilis sebelumnya menunjukkan penambahan 90.000 lapangan kerja pada September; ini merupakan kali pertama laju perekrutan tenaga kerja meningkat sejak Mei.
Sebagai perbandingan, pemberi kerja di sektor swasta hanya menambah 36.000 lapangan kerja pada Agustus. Banjir data ini muncul di saat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade, sehingga secara tajam meningkatkan biaya pinjaman.
Kenaikan ini didorong oleh kombinasi berbagai faktor: kekhawatiran inflasi terkait harga minyak, kekhawatiran mengenai besarnya utang yang diterbitkan perusahaan untuk mendanai pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), sinyal kebijakan ketat (hawkish) dari The Fed, serta membengkaknya utang fiskal AS.