Dengan demikian, total dividen yang telah dibayarkan atau ditetapkan untuk kalender 2026 mencapai sekitar Rp50,63 triliun.
Menurut Wawan, besarnya dividen tersebut juga tercermin pada dividend yield BMRI yang masih berada di level dua digit. Di sisi lain, pembagian dividen interim sebesar Rp66 per saham menunjukkan keyakinan manajemen terhadap kekuatan fundamental perseroan.
Keyakinan tersebut, kata dia, ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang masih solid. Hingga Agustus 2026, kredit dan dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh masing-masing sekitar 17,6 persen secara tahunan, sementara laba bersih selama delapan bulan pertama 2026 meningkat 22,3 persen.
“Interim Rp66 per saham ini sinyal bahwa manajemen yakin fundamental kuat. Kredit dan DPK bank only Agustus tumbuh 17,6 persen, laba delapan bulan 22,3 persen. Modal dan likuiditas masih longgar, jadi ruang tumbuh tetap ada,” ujar Wawan.