Dia menambahkan, divestasi CMN membuat neraca perseroan menjadi lebih ringan sehingga RAAM memiliki posisi yang lebih baik untuk mengembangkan bisnis film pada kuartal-kuartal mendatang.
"Dengan neraca yang lebih ringan setelah divestasi CMN, kami berada dalam posisi yang sangat baik untuk terus menumbuhkan bisnis film pada kuartal-kuartal mendatang," tutur dia.
Tanpa memperhitungkan kedua pos tersebut, RAAM mencatatkan laba setelah pajak yang disesuaikan (adjusted profit after tax) sebesar Rp456,02 juta. Capaian ini berbalik positif dibandingkan rugi setelah pajak yang disesuaikan sebesar Rp81,31 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, EBITDA RAAM berbalik positif menjadi Rp24,54 miliar dari sebelumnya negatif Rp48,91 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Margin EBITDA juga membaik menjadi positif 13 persen, dibandingkan negatif 34 persen pada periode yang sama tahun lalu.
(DESI ANGRIANI)