"Secara keseluruhan, margin laba bruto mencapai 25 persen dari pendapatan, dan EBITDA perseroan dalam sembilan bulan pertama mencapai USD19,32 juta, atau naik 27 persen secara kuartalan," katanya.
Ratno menambahkan, bisnis jasa eksplosif perseroan telah mengantongi dua kontrak baru eksplosif tambang terbuka dengan nilai total sekitar USD60 juta hingga 2029.
Kontrak pertama senilai USD11 juta berlokasi di Kalimantan Timur, sedangkan kontrak kedua senilai USD49 juta yang dijalankan bersama kontraktor jasa pertambangan besar.
Di segmen tambang underground, perseroan memperoleh kontrak baru eksplosif dengan perusahaan tambang non-batubara senilai USD7 juta per tahun.
"Perolehan sejumlah kontrak peledakan jangka panjang baru serta rencana komersialisasi pabrik booster yang akan melayani pasar domestik maupun internasional, mendorong integrasi vertikal lebih lanjut dan memberikan visibilitas pertumbuhan pendapatan yang jelas bagi Ancora dalam jangka menengah," tutur dia.