Dalam menjaga ketahanan nilai tukar, Dradjad menyampaikan Indonesia juga memiliki sejumlah sumber devisa yang perlu terus diperkuat, antara lain sektor pariwisata hingga kontribusi pekerja migran Indonesia. Penguatan sumber-sumber devisa tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan eksternal di tengah dinamika perekonomian global.
Selain itu, Dradjad menyoroti perubahan pola konsumsi masyarakat, termasuk pergeseran transaksi dari toko fisik ke platform daring pada sejumlah kategori barang. Perkembangan tersebut perlu dicermati karena turut memengaruhi aktivitas ekonomi domestik dan perlu menjadi perhatian dalam upaya memperkuat daya saing produk nasional.
Dia menegaskan bahwa dinamika pasar modal dan nilai tukar perlu direspons dengan langkah pembenahan yang konsisten, disertai penilaian yang rasional terhadap kondisi ekonomi. Dukungan masyarakat penting, agar tidak mudah panik, investor juga diharapkan dapat mencermati berbagai informasi secara menyeluruh dan tidak hanya bertumpu pada satu indikator atau penilaian dari satu penyedia indeks.
“Kita juga punya index provider yang lain, index provider yang lain tidak menurunkan status Indonesia. Kalau berpikir rasional begitu, tidak panik, ya tentu tidak akan terlalu goyang,” kata Dradjad.
(NIA DEVIYANA)