Selain aspek SDM, Dony juga menyatakan bahwa proses konsolidasi diarahkan guna memperkuat tata kelola, teknologi, hingga standar pengelolaan investasi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, perusahaan hasil merger empat MI ini memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) secara kumulatif hingga lebih dari Rp143 triliun.
"Jumlah ini masih akan terus bertambah seiring peningkatan kesadaran masyarakat terhadap investasi dan peluncuran berbagai produk baru, karena empat perusahaan yang telah merger ini juga sebelumnya telah memiliki basis nasabah yang kuat, baik di segmen ritel maupun institusi," ujar Dony.
Pada segmen ritel, misalnya, entitas hasil merger ini rencannaya bakal mengembangkan produk investasi tematik dan memperluas akses investasi lewat jaringan bank-bank milik negara (Himbara), seiring dnegan pertumbuhan jumlah Single Investor Identification (SID) secara nasional, yang telah melampaui 30 juta SID, per awal Agustus 2026 lalu.
Sementara di segmen ritel, bakal juga dilakukan penguatan kapabilitas pengelolaan investasi melalui perluasan basis investor, serta penyediaan solusi investasi yang lebih komprehensif bagi berbagai lembaga domestik.