“Ada aspek perlindungan dari penurunan nilai investasi tetapi juga membuka akses upside ke depan jangka panjang. Skema seperti ini memang lazim untuk dilakukan ke perusahaan migas yang aktif dalam melakukan eksplorasi maupun eksploitasi,” tutur Yosua.
Dalam siaran persnya, DIM menyebut investasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk transfer pengetahuan, tetapi juga mendukung pengembangan sektor energi Indonesia serta memperkuat hubungan energi dan ekonomi yang telah terjalin antara Indonesia dan AS.
Investasi DIM di HighPeak Energy juga menambah daftar investor besar yang masuk ke aset migas AS.
Sejumlah perusahaan Jepang seperti Mitsubishi, JAPEX, dan Osaka Gas telah melakukan investasi serupa. Beberapa lembaga investasi negara, seperti GIC, Mubadala, dan ADIA, juga tercatat memiliki investasi pada aset migas di AS.
Di saat yang sama, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga mengumumkan keterbukaan informasi terkait investasinya di HighPeak Energy.