“Memang aset-aset migas AS banyak dilirik saat konflik Timur Tengah. AS bukan hanya negara dengan cadangan minyak yang terbesar tetapi mereka juga punya teknologi. Ini jadi alasan kenapa aset-aset migas di sana diincar banyak pihak secara global”, imbuh dia.
HighPeak Energy merupakan perusahaan berbasis di Texas yang tercatat (listing) di Nasdaq dengan kapitalisasi pasar sekitar USD1 miliar.
Perseroan bergerak di bidang akuisisi, pengembangan, eksplorasi, serta eksploitasi minyak dan gas bumi di Permian Basin.
Permian Basin sendiri merupakan wilayah penghasil minyak mentah terbesar di AS.
Berdasarkan data Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA), wilayah tersebut menyumbang sekitar 48 persen dari total produksi minyak AS pada 2025.
Pertumbuhan produksi di Permian Basin sejak 2007 terutama didorong oleh penerapan teknik pengeboran horizontal dan rekahan hidrolik atau hydraulic fracturing (fracking).