sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

CDIA Catat Laba Bersih Rp579,6 Miliar hingga Kuartal III-2026

Market news editor Rahmat Fiansyah
29/10/2026 10:50 WIB
PT Chandra Daya Investasi Tbk atau CDI (CDIA) membukukan laba bersih sebesar USD32,2 juta atau setara Rp579,6 miliar hingga kuartal III-2026.
PT Chandra Daya Investasi Tbk atau CDI (CDIA) membukukan laba bersih sebesar USD32,2 juta atau setara Rp579,6 miliar hingga kuartal III-2026. (Foto: Ist)
PT Chandra Daya Investasi Tbk atau CDI (CDIA) membukukan laba bersih sebesar USD32,2 juta atau setara Rp579,6 miliar hingga kuartal III-2026. (Foto: Ist)

Untuk segmen Air, perseroan meresmikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Krenceng II berkapasitas 600 liter per detik pada Agustus 2026. Fasilitas tersebut memperkuat penyediaan air bagi pelanggan industri dan residensial di Cilegon dan sekitarnya.

Sementara itu, pada segmen Kepelabuhanan dan Penyimpanan, CDI memasuki bisnis penyimpanan bitumen melalui fasilitas berkapasitas 12.000 meter kubik di Merak yang diresmikan pada Oktober 2026. Fasilitas ini memperluas kapabilitas penyimpanan perseroan sekaligus mendukung kebutuhan material infrastruktur domestik.

Pada segmen Logistik, perseroan memperluas platform maritim melalui penambahan kapal Boreas dan Novah yang masing-masing berkapasitas 9.000 DWT untuk melayani transportasi bahan kimia cair pada rute Tiongkok, Thailand, dan Indonesia. Konsolidasi PT Elpi Trans Cargo (ETC) turut memperkuat kapabilitas kapal tug-and-barge untuk pengangkutan curah kering serta layanan pendukung lepas pantai, termasuk melalui Elara Dalimbar 1, kapal pendukung serbaguna berbendera Indonesia pertama dengan klasifikasi DP Class III.

CDIA juga berinvestasi sebesar USD90 juta atau Rp1,62 triliun untuk kepemilikan 40 persen saham PT Armada Maritim Persada (AMP). Investasi ini memperluas eksposur perseroan pada logistik pertambangan dan pengelolaan pelabuhan, sekaligus meningkatkan diversifikasi sumber pendapatan di sektor transportasi bahan kimia dan industri, pertambangan, minyak dan gas, layanan subsea, energi lepas pantai, serta infrastruktur maritim.

Perluasan bisnis tersebut didukung posisi keuangan yang kuat. Hingga 30 September 2026, perseroan memiliki likuiditas sebesar USD747,9 juta atau Rp13,46 triliun untuk mendukung pendanaan proyek dan peningkatan kontribusi aset baru. Perseroan juga membagikan dividen interim sebesar USD10 jutar untuk semester I-2026, dengan tetap menjaga fleksibilitas keuangan untuk mendukung pertumbuhan.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement