sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Buyung Poetra Sembada (HOKI) Buka Suara soal Terseret Isu Beras Fortifikasi Palsu

Market news editor Dhera Arizona Pratiwi
18/09/2026 06:00 WIB
PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) buka suara perihal isu produk beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai dengan klaim gizi serta label kemasan.
Buyung Poetra Sembada (HOKI) Buka Suara soal Terseret Isu Beras Fortifikasi Palsu. (Foto Istimewa)
Buyung Poetra Sembada (HOKI) Buka Suara soal Terseret Isu Beras Fortifikasi Palsu. (Foto Istimewa)

Sehubungan dengan produk-produk tersebut, kata Muliati, perseroan telah menjadi objek pengawasan oleh instansi pemerintah terkait dalam rangka pengawasan beras fortifikasi dan/atau beras dengan klaim gizi, sebagaimana tercermin dalam surat Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta.

"Perseroan senantiasa menghormati kewenangan instansi pemerintah dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan serta berkomitmen untuk memberikan kerja sama dan informasi yang diperlukan dalam proses tersebut," ujarnya.

"Perseroan akan terus memantau perkembangan proses pemeriksaan dan tindak lanjut dengan instansi pemerintah terkait. Apabila terdapat perkembangan yang material, perseroan akan memenuhi kewajiban keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Muliati.

Sebagai informasi, Kementerian Pertanian (Kementan) membongkar manipulasi peredaran beras skala nasional yang diklaim sebagai beras bervitamin atau fortifikasi. Praktik beras oplosan ini ditaksir menimbulkan kerugian konsumen hingga Rp89 triliun, menyusul temuan uji laboratorium independen terhadap 25 merek beras yang terbukti berstatus Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan temuan manipulasi pangan berskala masif kembali dibongkar pemerintah setelah mendapati pergeseran modus kejahatan pada komoditas beras kebutuhan pokok. Hasil uji laboratorium independen mengonfirmasi produk yang dipasarkan sebagai beras bervitamin dengan harga selangit tersebut ternyata tidak memenuhi kandungan nutrisi semestinya.

"Setelah kita uji di empat laboratorium kredibel, beras fortifikasi ini terbukti tidak sesuai dengan labelnya sehingga menimbulkan dugaan penipuan dengan nilai kerugian konsumen ditaksir mencapai Rp89 triliun," kata Amran dalam konferensi pers di kantor Kementan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Amran membeberkan, sekitar 90 persen sampel beras fortifikasi yang beredar di pasaran tidak memenuhi standar baku mutu pangan.

Sehingga, kata dia, merek-merek beras fortifikasi palsu tersebut akan ditarik dari pasaran dan dicabut izin edarnya. Selain itu, pemerintah juga akan mengambil langkah hukum bagi produsen yang memang terbukti melakukan tindakan pidana penipuan dari beras fortifikasi ini.

25 merek beras yang tidak memenuhi fortifikasi menurut Kementerian Pertanian: 

1. Idola Fortifikasi
2. Idola High Quality Whole Grain Rice
3. Idola Long Grain Rice
4. Ikan Mas Cupang
5. AAA Wijaya Kusuma
6. Cantik Manis
7. Penari Bangkok
8. Topi Koki Short Grain
9. Topi Koki Setra Royale
10. Topi Koki Long Grain Crystal
11. HOK-1 Gohan
12. Maknyuss Pulen Gizi
13. Anak Raja Fortifikasi
14. Anak Raja Nusantara
15. Top Anak Raja
16. PMS Induk Ayam
17. Sumo
18. Rasvit
19. FS Nutri Rice
20. Pelikan
21. Rice Rojolele
22. Super Kepala Beras Premium 111
23. 111 Golden Number
24. Putri Koki
25. Well Farm Beras Diabet

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3 4 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement