IDXChannel - Bursa saham Asia menguat pada Selasa (6/10/2026), setelah reli saham teknologi mendorong Nasdaq mencetak rekor penutupan.
Penurunan harga minyak turut menopang sentimen pasar, meski imbal hasil obligasi Treasury AS tenor panjang masih berada di dekat level tertinggi dalam beberapa dekade.
Euro bertahan di dekat level terendah dalam 17 bulan setelah sempat menyentuh USD1,116 dalam perdagangan semalam.
Mata uang tersebut tertekan oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Prancis.
Investor melepas obligasi pemerintah Prancis setelah anggaran negara dinilai mengecewakan. Sementara ketidakpastian politik di Eropa meningkat setelah Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyerukan pemilu sela.
Harga minyak mentah Brent relatif stabil di sekitar USD100 per barel setelah turun 1,9 persen pada perdagangan sebelumnya.
Penurunan tersebut terjadi setelah ekspor minyak dari Timur Tengah meningkat dan negara-negara G7 berkomitmen meningkatkan pasokan.
Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,2 persen.
Indeks Nikkei Jepang menguat 0,7 persen, sedangkan kontrak berjangka (futures) saham Eropa naik 0,5 persen.
Futures Nasdaq naik 0,2 persen dan S&P 500 menguat 0,1 persen.
Nasdaq mencatat rekor penutupan pada perdagangan sebelumnya, ditopang data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan sehingga meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan ini.
Saham Nvidia, salah satu perusahaan teknologi utama di sektor kecerdasan buatan (AI), melonjak 2,1 persen dan mencetak rekor penutupan.
Kenaikan tersebut membawa kapitalisasi pasar Nvidia menjadi USD5,76 triliun.
"Reli pasar kembali dipimpin sektor teknologi. Sedikit meredanya ketidakpastian suku bunga, ditambah moderasi risiko geopolitik, memungkinkan pelaku pasar kembali fokus pada pertumbuhan laba luar biasa yang dihasilkan perusahaan-perusahaan AI," ujar Senior Analyst Capital.com Kyle Rodda, seperti dikutip Reuters.
Musim laporan keuangan kuartal III diperkirakan dimulai pekan depan. Goldman Sachs memperkirakan konsensus analis menunjukkan laba perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 tumbuh 27 persen pada kuartal lalu.
Lebih dari separuh pertumbuhan tersebut diperkirakan berasal dari perusahaan yang memperoleh manfaat dari belanja infrastruktur AI.
Pasar Amerika Latin juga menguat, dipimpin reli saham dan mata uang real Brasil.
Penguatan terjadi setelah Senator sayap kanan Flavio Bolsonaro meraih hasil lebih baik dari perkiraan dalam putaran pertama pemilihan presiden dan melaju ke putaran kedua melawan petahana dari kubu kiri, Luiz Inacio Lula da Silva.
Kenaikan imbal hasil Treasury AS terus berlanjut meski pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada bulan ini menjadi hanya 23 persen, dari 71 persen sepekan sebelumnya.
Sejumlah pejabat tinggi The Fed menekankan perlunya memperoleh lebih banyak data sebelum kembali mengetatkan kebijakan moneter.
Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun dan 30 tahun mencatat level tertinggi baru dalam 24 tahun pada perdagangan semalam.
Kenaikan tersebut melanjutkan tren sejak pertengahan Agustus yang dipicu kekhawatiran terhadap inflasi dan utang.
Survei Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan indikator harga yang dibayarkan perusahaan jasa untuk input melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun.
Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun stabil di 5,3089 persen pada perdagangan Asia, setelah naik 3 basis poin pada perdagangan sebelumnya dan sempat menyentuh 5,3493 persen, level tertinggi sejak 2002.
Sementara itu, imbal hasil Treasury tenor 30 tahun bertahan di 5,6622 persen setelah sempat mencapai 5,7029 persen pada perdagangan semalam. (Aldo Fernando)