Sementara itu, imbal hasil JGB tenor 30 tahun naik 5,5 basis poin menjadi 4,12 persen.
Di AS, imbal hasil Treasury 10 tahun bertahan di 5,11 persen setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 2007 pada perdagangan sebelumnya.
Kenaikan yield obligasi turut membebani sentimen terhadap aset berisiko, seiring investor memperkirakan bank-bank sentral masih perlu mempertahankan sikap ketat untuk menghadapi tekanan inflasi.
"Pasar saham benar-benar mulai menunjukkan tanda-tanda tertekan di bawah beban imbal hasil obligasi yang terus meningkat. Dalam lingkungan risk-off seperti ini, dolar AS masih tampaknya mendapat dukungan sebagai aset safe haven," kata Kepala Strategi Valas National Australia Bank Ray Attrill dalam sebuah podcast, seperti dikutip Reuters.
Investor juga menanti sejumlah pidato pejabat bank sentral dan rilis data ekonomi Amerika Serikat, termasuk klaim pengangguran, untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah suku bunga ke depan.