IDXChannel - Bursa Asia bergerak variatif pada perdagangan Rabu (12/8/2026), dengan dua indeks utama, Jepang dan Korea Selatan, menguat.
Nikkei 225 naik 0,13 persen ke atas level 67.094 pada pukul 08.59 WIB, sementara indeks Topix menguat 0,30 persen ke 4.113 usai libur.
Kenaikan tersebut melanjutkan penguatan pekan ini, didorong oleh saham teknologi dan keuangan.
Mengutip Trading Economics, sentimen terhadap saham teknologi mendapat dorongan dari prospek positif CoreWeave dan Super Micro Computer, yang sama-sama diuntungkan oleh berlanjutnya lonjakan belanja terkait kecerdasan buatan (AI).
Di sisi geopolitik, investor mencermati peluang kesepakatan Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Menteri Pertahanan Pakistan menyebut Washington dan Teheran sudah “mendekati kesepakatan”.
Di Korea Selatan, indeks KOSPI melonjak 3,45 persen ke sekitar 6.567, melanjutkan penguatan untuk hari ketiga berturut-turut, dipimpin saham-saham teknologi utama.
Saham Samsung Electronics melonjak lebih dari 4 persen, sementara SK hynix menguat lebih dari 2 persen.
Optimisme terhadap kuatnya permintaan terkait AI dan ekspektasi peningkatan imbal hasil bagi pemegang saham turut menopang sentimen pasar.
Investor juga menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) untuk Juli.
Data yang lebih rendah dari perkiraan berpotensi meredakan kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September.
Namun, ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah masih menjadi risiko bagi sentimen pasar.
Harapan terhadap kesepakatan damai AS-Iran kembali memudar, sementara penutupan Selat Hormuz yang berlanjut mendorong harga minyak mentah AS menembus USD83 per barel dan menjaga tekanan inflasi tetap menjadi perhatian.
Di China, Shanghai Composite naik 0,14 persen, sedangkan CSI 300 menguat 0,35 persen.
Sebaliknya, Hang Seng terkoreksi 1,00 persen, ASX 200 Australia turun 0,61 persen, dan STI Singapura melemah 0,30 persen. (Aldo Fernando)