Dari sisi keuangan, BRI memperkirakan aksi korporasi tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan maupun biaya operasional perseroan. Namun, aset dan ekuitas diperkirakan masing-masing berkurang maksimal Rp1 triliun, di luar biaya transaksi.
Berdasarkan proforma menggunakan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, total aset BRI diperkirakan turun dari Rp2.342,80 triliun menjadi Rp2.341,80 triliun. Sementara itu, total ekuitas diproyeksikan turun dari Rp333,62 triliun menjadi Rp332,62 triliun.
Di sisi lain, laba bersih per saham atau earnings per share (EPS) diperkirakan meningkat dari Rp206,94 menjadi Rp207,50. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) diproyeksikan turun tipis dari 21,49 persen menjadi 21,42 persen, sedangkan imbal hasil ekuitas atau return on equity (ROE) naik dari 18,79 persen menjadi 18,80 persen.
(Rahmat Fiansyah)