Memasuki kuartal terakhir 2026, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan neto konsolidasian sebesar 15–20 persen sepanjang tahun ini. Target tersebut didukung oleh strategi peningkatan marjin dan efisiensi struktur biaya.
Dari sisi posisi keuangan, total aset perseroan tercatat sebesar Rp18,86 triliun per 30 September 2026, meningkat 6 persen dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp17,80 triliun. Sementara itu, jumlah liabilitas naik 19 persen menjadi Rp9,93 triliun dan ekuitas tercatat sebesar Rp8,93 triliun.
Adapun kas dan setara kas perseroan mencapai Rp1,37 triliun pada akhir September 2026, dibandingkan Rp1,54 triliun pada akhir Desember 2025.
(Shifa Nurhaliza Putri)