Menurut Jeffrey, dipublikasikannya data kepemilikan saham belum cukup tanpa diimbangi oleh jaminan kualitas serta validitas informasi bagi pelaku pasar.
Upaya pemeriksaan acak ini juga menjadi bentuk respons konkret BEI atas sejumlah catatan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai transparansi serta keandalan data struktur pemegang saham di Indonesia.
Melalui reformasi bertahap ini, BEI berharap integritas pasar modal Indonesia semakin solid serta kepercayaan investor domestik maupun global terus meningkat.
(NIA DEVIYANA)