Pembagian dividen dan pelaksanaan buyback tersebut sejalan dengan pertumbuhan kinerja bisnis Bank Mandiri. Hingga Agustus 2026, penyaluran kredit secara bank only mencapai Rp1.592 triliun, tumbuh 17,6 persen secara tahunan (yoy).
Pertumbuhan kredit tersebut diimbangi oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.687 triliun, atau meningkat 17,6 persen YoY. Capaian ini melampaui pertumbuhan DPK industri perbankan nasional yang tercatat sebesar 13,7 persen.
Dari sisi kualitas aset, Bank Mandiri mencatat rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross sebesar 1,00 persen. Sementara itu, rasio pencadangan terhadap kredit bermasalah (NPL coverage ratio) berada di level 240,6 persen.
Adapun laba bersih Bank Mandiri secara bank only hingga Agustus 2026 mencapai Rp37,5 triliun, tumbuh 22,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
(DESI ANGRIANI)