Sejumlah pemberitaan dan unggahan di media sosial mengaitkan transaksi tersebut dengan rumor akuisisi BBCA oleh Haji Isam.
Padahal, menurut analis, transaksi blok dalam jumlah besar merupakan mekanisme yang lazim terjadi pada saham berkapitalisasi besar seperti BBCA.
Nilai transaksi yang besar secara nominal juga perlu dilihat dalam konteks keseluruhan ukuran perusahaan dan tidak serta merta menunjukkan sinyal akuisisi.
“Crossing sekitar 100 juta saham terlihat besar secara nominal. Tetapi untuk saham seperti BBCA, kita perlu membandingkannya dengan keseluruhan saham perusahaan. Transaksi tersebut sendiri tidak cukup untuk menyimpulkan adanya akuisisi, apalagi menentukan siapa pembeli akhirnya hanya dari kode broker,” ujar analis Trimegah Sekuritas, Jonathan Gunawan.
Berdasarkan informasi di situs resmi BCA, jumlah saham perseroan mencapai sekitar 123,28 miliar. Dengan jumlah tersebut, transaksi 114 juta saham hanya setara sekitar 0,09 persen dari total saham BCA.