Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas pasar terhadap kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September kini berada di bawah 50 persen.
Padahal, sebelum rilis data ketenagakerjaan AS pada Jumat, peluang kenaikan suku bunga diperkirakan hampir mencapai 60 persen.
Sentimen bullish juga terlihat dari hasil survei mingguan Kitco News terhadap pelaku pasar.
Dari 19 analis Wall Street yang berpartisipasi, sebanyak 16 analis atau 84 persen memperkirakan harga emas kembali naik pada pekan ini.