"Tren akumulasi kembali menguat, dan saya tidak memperkirakan hal itu berhenti," ujar Stanley.
Meski demikian, ruang kenaikan emas pada pekan ini berpotensi lebih terbatas.
Senior Market Analyst Barchart.com Darin Newsom mengatakan dirinya masih bullish terhadap emas, tetapi mengingatkan bahwa data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini dapat menjadi tantangan bagi reli logam mulia tersebut.
Data inflasi menjadi perhatian karena perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed dapat kembali memengaruhi pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang pada akhirnya berdampak terhadap daya tarik emas.
Di sisi lain, reli hampir 8 persen dalam sepekan juga membuka peluang terjadinya aksi ambil untung.
Kondisi tersebut berpotensi membuat pergerakan emas lebih volatil setelah harga mencatat lonjakan tajam dalam waktu singkat. (Aldo Fernando)