ARKO mengakuisisi EES melalui PT Arkora Tenaga Matahari (ATM) dan PT Arjuno Hidro (AJ). ATM menguasai 99,99 persen saham EES, sedangkan AJ memiliki 0,01 persen saham.
Presiden Direktur PT Arkora Hydro Tbk, Aldo Artoko mengatakan, akuisisi EES merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperluas portofolio energi terbarukan dan mencari peluang pertumbuhan secara organik maupun anorganik.
Hingga akhir Agustus 2026, ARKO mengelola 6 proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan 5 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
6 PLTA tersebut memiliki kapasitas 62,8 Megawatt (MW), sedangkan 5 proyek PLTS memiliki total kapasitas 55,3 MWp. Dengan demikian, perseroan saat ini memiliki total kapasitas terkontrak sebesar 118,1 MW.
(Rahmat Fiansyah)