Di Prancis, ia pernah tersenyum kepada orang yang lebih tua di kereta. Respons yang diterimanya berbeda dari kebiasaan yang dikenalnya di Indonesia. Pengalaman sederhana itu mengajarkannya bahwa keramahan bisa dimaknai berbeda.
“Bukan hanya gelar yang didapatkan, tetapi juga belajar hidup di lingkungan yang berbeda,” ujarnya.
Kini, Andrew melanjutkan studi doktoral di Department of Biomedical Engineering and Health Systems, KTH Royal Institute of Technology. Ia menyarankan calon mahasiswa untuk mempersiapkan diri dan memilih studi sesuai minat. Menurutnya, kegagalan bukan alasan untuk berhenti mencoba.
Pengalaman Andrew bisa menjadi referensi bagi calon mahasiswa yang ingin menjajaki pendidikan Eropa. EHEF Indonesia 2026 hadir di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada 4 November.
Pameran berlanjut di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, pada 7–8 November. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum, dengan informasi program studi, beasiswa, serta peluang dari 90 institusi pendidikan tinggi Eropa.
(Nadya Kurnia)