Andri menjelaskan bahwa perusahaan mempercayakan aspek teknis budidaya kepada para petani yang menjadi mitranya. Meski tidak terlibat langsung dalam seluruh proses budidaya, perusahaan memandang pengalaman petani menjadi modal dalam menjaga keberlanjutan tanaman kakao.
“Kami mempercayakan teknisnya kepada teman-teman petani. Kami yakin dengan pengalaman dan pengetahuan mereka sebagai petani lokal, mereka akan selalu menjaga tanahnya, kemudian kesuburan, dan segala macamnya,” tutur Andri.
Bagi Coko Cacao Company, pengembangan bisnis kakao bukan hanya tentang membawa produk ke pasar yang lebih luas, tetapi juga membangun hubungan dengan pihak-pihak yang berada di awal rantai pasok. Petani dari berbagai daerah menjadi bagian penting dalam menghadirkan bahan baku yang ditawarkan perusahaan kepada pelaku usaha.
Melalui pengembangan produk, perluasan jaringan pemasaran, dan partisipasi dalam pameran perdagangan, potensi kakao lokal diharapkan dapat menemukan lebih banyak peluang pemanfaatan. Dari kebun petani hingga meja calon pembeli internasional, setiap tahapan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kakao Indonesia kepada dunia.
(Nadya Kurnia)