sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

WITF 2026 Bakal Digelar di Jakarta, Pamerkan Industri Pariwisata Indonesia ke Buyer Internasional

Ecotainment editor Niko Prayoga
24/09/2026 13:44 WIB
Pameran B2B ini digagas oleh Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) dengan kolaborasi erat bersama Kemenpar dan Pemprov DKI Jakarta.
WITF 2026 Bakal Digelar di Jakarta, Pamerkan Industri Pariwisata Indonesia ke Buyer Internasional. (Foto: MNC Media)
WITF 2026 Bakal Digelar di Jakarta, Pamerkan Industri Pariwisata Indonesia ke Buyer Internasional. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Pameran pariwisata internasional Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 kembali digelar. Memasuki penyelenggaraan tahun ketiganya, WITF 2026 terlaksana pada 15–17 Oktober 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

Pameran berkonsep Business to Business (B2B) ini digagas oleh Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) dengan kolaborasi erat bersama Kementerian Pariwisata serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

Mengusung visi membangun pameran dagang pariwisata berkelas dunia, WITF 2026 dirancang menjadi ruang strategis untuk mempertemukan para pelaku industri pariwisata Nusantara dengan para pengambil keputusan dan buyer internasional.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa hal tersebut bisa mendorong aktivitas sektor pariwisata Indonesia yang saat ini terus memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, mulai dari sektor akomodasi, kuliner, transportasi, hingga UMKM dan ekonomi kreatif di daerah. 

Meskipun dinamika geopolitik global membayangi sejak awal tahun, kinerja pariwisata Indonesia terbukti tetap bertumbuh kokoh.

"Hingga Juli 2026, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 8,98 juta atau tumbuh 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Devisa yang dihasilkan sangat besar, mencapai USD8,43 miliar atau Rp140,95 triliun pada semester I-2026," kata Widiyanti saat Konferensi Pers WITF, Rabu (23/9/2026).

Dia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini terus berfokus pada pengembangan quality tourism guna meningkatkan kualitas produk dan pengalaman wisata yang mendorong nilai pengeluaran wisatawan. Salah satu langkah konkretnya yakni melalui pengembangan marine tourism seperti yacht, cruise, dan diving.

"Jadi yang kita dorong bukan hanya bagaimana mendatangkan wisatawan, tetapi bagaimana menghubungkan produk yang kita miliki dengan pasar yang tepat, meningkatkan kualitas produk, pada akhirnya meningkatkan nilai ekonomi dari setiap kunjungan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Indonesia," ujar dia.

Untuk memperkuat dampak ekonomi tersebut, Kemenpar bakal kembali menghadirkan Booth Wonderful Indonesia serta memfasilitasi program familiarization trip (fam trip). Program mega fam trip ini menargetkan 30 peserta dari deretan pasar potensial, mencakup Amerika Serikat, Eropa, Arab Saudi, Oman, Bahrain, Uni Emirat Arab, hingga Ethiopia.

Dukungan penuh dari pihak industri juga disuarakan oleh Ketua Umum GIPI, Hariyadi B.S. Sukamdani. Ia menyampaikan bahwa keberlanjutan promosi pariwisata Indonesia merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan pelaku usaha. Dalam pameran ini, pihaknya menargetkan kehadiran 300 buyer internasional dari 35 negara.

"Termasuk corporate buyers, serta exhibitors dari puluhan provinsi sebagai bentuk keterwakilan destinasi wisata yang ada di Indonesia. Dengan 35 negara asal buyers, WITF akan menjadi pasar untuk menjual produk wisata dan perjalanan di pasar global," tutur Hariyadi.

Hariyadi menambahkan, Indonesia memiliki keunikan tersendiri di kawasan Asia Tenggara karena menjadi salah satu negara yang secara konsisten menggelar pameran B2B khusus untuk pasar inbound. Langkah ini diperkuat oleh soliditas 25 asosiasi pariwisata di bawah naungan GIPI serta dukungan dari berbagai mitra, dari moda transportasi hingga sektor perbankan.

Di sisi lain, Jakarta kembali memegang peranan krusial tidak hanya sebagai tuan rumah pameran, tetapi juga sebagai gerbang utama pariwisata Indonesia. Ketua Steering Committee WITF 2026, Budi Tirtawisata, menekankan bahwa penyelenggaraan ajang ini sekaligus menjadi momentum bersejarah menyongsong lima abad Kota Jakarta pada 2027 mendatang.

"Jakarta memiliki posisi yang sangat strategis bagi pariwisata Indonesia, sebagai ibu kota dan salah satu pintu masuk utama Indonesia. Jakarta merupakan tempat di mana berbagai aktivitas ekonomi, bisnis, budaya, dan pariwisata bertemu. Karena itu, ketika kita berbicara mengenai WITF sebagai sebuah B2B tourism trade show, Jakarta memiliki peran yang sangat penting. Jakarta menjadi tempat bertemunya dunia dengan Indonesia," terang Budi.

Budi merinci bahwa WITF 2026 dirancang sebagai B2B tourism marketplace yang menghadirkan ekosistem pariwisata Nusantara secara utuh. Ragam peserta mencakup tour operator, travel agent, perhotelan, maskapai penerbangan, kereta penumpang, desa wisata, liveaboard, theme park, restoran, hingga industri wellness.

"WITF bukan hanya sekadar sebuah pameran. WITF adalah mengenai koneksi. Koneksi antara Jakarta dan dunia, koneksi antara destinasi dan pasar, koneksi antara industri dan buyer. Dan yang paling penting, koneksi antara potensi pariwisata Indonesia dengan peluang nyata di pasar," beber dia.

Melalui rangkaian business matching yang mempertemukan international buyers dan domestic corporate buyers, WITF 2026 diharapkan dapat menjawab tantangan ketidakpastian geopolitik global secara nyata, sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis jangka panjang bagi kemajuan pariwisata Indonesia.

(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement