Bagi pemula, membangun kebiasaan berolahraga secara konsisten bisa menjadi langkah awal sebelum meningkatkan intensitas latihan. Namun, jenis dan intensitas olahraga tetap perlu disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing.
Meski disebut dapat menurunkan gejala depresi hingga 34 persen, dr. Adam juga mengingatkan bahwa latihan beban bukanlah terapi utama untuk mengatasi depresi.
Olahraga dapat menjadi pendamping dalam menjaga kesehatan mental, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan dan penanganan profesional ketika seseorang mengalami gangguan depresi.
“Yang perlu diingat, ini bukan terapi utama ya, tapi TAMBAHAN. Bila memang ada kondisi depresi, tetap diperiksakan ke dokter, ya,” tegasnya.
Pesan ini penting karena kesedihan biasa dan depresi merupakan dua kondisi yang tidak bisa begitu saja disamakan. Seseorang yang merasa sedih setelah mengalami patah hati belum tentu mengalami depresi klinis.