IDXChannel—Festival musik Synchronize Fest akan kembali digelar pada 2026 ini. Festival multi-genre tersebut kembali menggaungkan tagline legendaris bertajuk "It’s Not Just a Festival, It’s a Movement".
Langkah ini menegaskan bahwa Synchronize Fest 2026 bukan sekadar ajang pertunjukan konser musik biasa, melainkan wadah pergerakan musik dan kebudayaan yang masif di Indonesia.
Direktur Synchronize Fest, David Karto, mengungkapkan bahwa keputusan untuk menghadirkan kembali tema tersebut lahir usai melewati refleksi satu dekade perjalanan Synchronize Fest di industri hiburan Tanah Air.
"Setelah perayaan satu dekade, kita merasa harus melakukan kilas balik dan mengingat semua pergerakan kita. Kita mau belajar kembali untuk menyempurnakan 10 tahun atau 10 perayaan ke belakang. Kayaknya sudah saatnya kita kembalikan lagi bahwa it’s not just a festival, it’s a movement," ujar David Karto dalam konferensi pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026).
Senada dengan David, Director of Communication Synchronize Fest, Aldila Karina, menjelaskan bahwa pesan ini sengaja dibawa kembali untuk menyapa regenerasi penonton yang kini kian didominasi oleh kalangan Gen Z dan anak-anak muda.
"Sekarang Synchronize Fest didominasi oleh generasi yang jauh lebih muda, yang kala itu di tahun 2016 belum pernah datang. Kami membawa tema tersebut sebagai pengingat dan meneruskan pesan tentang kenapa festival ini dibuat. Ini jadi penanda pengingat untuk generasi muda," tutur Dila.
Lebih lanjut, Dila menegaskan bahwa Synchronize Fest konsisten membawa misi sosial untuk meruntuhkan sekat-sekat genre musik serta hierarki antar-musisi sejak awal didirikan.
"Dulu festival kan selalu berbicara tentang genre. Kami satukan semua genre-nya di Synchronize. Sekarang di saat semua sudah bersatu, kita jadikan Synchronize Fest sebagai perayaan persatuan. Tidak ada lagi klasifikasi level musisi komersial atau bawah tanah, semua menyatu," imbuhnya.
Sajikan Panggung Kolaborasi Lintas Genre
Sebagai wujud pergerakan dan perayaan persatuan musik, Synchronize Fest 2026 telah menyiapkan serangkaian proyek kolaborasi dan panggung tematik istimewa, di antaranya:
Emo Revival: Panggung nostalgia bagi penikmat skena emo/post-hardcore era 2000-an yang menghadirkan Alone At Last, Friends Of Mine, Killed By Butterfly (2006 Era), Killing Me Inside Re:Union, Side-B (Thirteen 2009 Era), hingga The Side Project.
Timur Basudara: Kolaborasi membara musisi kawasan timur Indonesia bersama Ecko Show, Silet Open Up, Toton Caribo, Jacson Zeran, Faris Adam, Fahmy Fay, Anadok, Bringin Home, DJ Desa, serta Vendetta Rap.
Reggae Gang: Nuansa santai penuh irama yang dimeriahkan oleh Day Afternoon, Dhyo Haw, Momonon, Sejedewe, Uncle Djink & Fahmi Aziz, hingga Varid Putra Mbah Surip.
Panggung Kurasi & Reuni Unik: Penampilan musikal lintas era seperti ANTINRML, serta sajian pertunjukan terkurasi di area Gigs Stage, Panggung Getarrr, hingga Oleng Upuk.
(Nadya Kurnia)