IDXChannel—China mencatat kegagalan meraih medali pada kategori tunggal putra bulu tangkis Asian Games 2026 yang berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang. Sebelumnya, China berhasil menguasai nomor tersebut pada Asian Games 2023 di Hangzhou.
Ini adalah pertama kalinya tim China gagal mengantongi medali dan naik podium pada kategori tunggal putra sejak China mengikuti ajang kompetisi Asian Games pada 1974. Artinya, ini adalah pertama kalinya dalam 52 tahun China kalah di bulu tangkis tunggal putra.
Li Shifeng dan Shi Yuqi yang merupakan dua pemain andalan China, tersingkir sebelum mencapai babak perempat final. Li kalah dari wakil Korea Selatan, Choi Ji-hoon, pada babak 32 besar dengan skor 21-18, 19-21, 18-21.
Sementara itu, Shi harus mengakhiri perjuangannya di babak 16 besar setelah dikalahkan Yoo Tae-bin dengan skor 17-21, 23-25.
Kekalahan tersebut membuat China tidak memiliki wakil lagi pada babak semifinal tunggal putra. Ironisnya, Li Shifeng berhasil meraih medali emas, sedangkan Shi Yuqi membawa pulang medali perak di Asian Games 2023.
Kekalahan di nomor tunggal putra bulu tangkis China membawa nama Yoo Tae-bin menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian dalam kompetisi ini. Selain menyingkirkan Shi Yuqi, pemain Korea Selatan tersebut juga mengalahkan Lin Chun-yi dari Chinese Taipei dan Kodai Naraoka dari Jepang.
Namun, Yoo terhenti di semifinal setelah kalah dari wakil Singapura, Loh Kean Yew, dalam pertandingan tiga gim dengan skor 19-21, 21-19, 12-21. Yoo pun memperoleh medali perunggu.
Loh Kean Yew kemudian melaju ke final dan berhadapan dengan Kunlavut Vitidsarn dari Thailand untuk memperebutkan medali emas. Keberhasilan Loh mencapai final juga menjadi pencapaian bersejarah bagi Singapura di nomor tunggal putra Asian Games.
Di luar nomor tunggal putra, China tetap memperoleh medali dalam sejumlah nomor bulu tangkis lainnya. Dengan demikian, kegagalan meraih medali kali ini hanya terjadi pada nomor tunggal putra, bukan pada keseluruhan cabang bulu tangkis China.
(Birru Aisyah)